6. Pertemuan 6 :
Sintesis Protein (2 x 45 menit)
a. Persiapan
Mengajar
Guru
sebaiknya memperdalam pengetahuan mengenai proses sintesis protein. Selain itu, guru dapat mengunduh video yang
terdapat dalam buku peserta didik untuk kegiatan diskusi.
b. Proses
Belajar Mengajar
1) Model
Pembelajaran :
Problem Based Learning.
2) Metode
Pembelajaran : Diskusi.
3) Tahap-Tahap
Pembelajaran :
Kegiatan
Guru
|
|
I.
Pendahuluan
|
|
Pembiasaan Pembelajaran
·
Guru mengajak
peserrta didik untuk berdoa sebelum dan setelah pelajaran.
·
Guru menyapa
dan menanyakan kabar peserta didik.
·
Guru mengabsensi
kehadiran peserta didik.
·
Guru bertanya
jawab tentang kegiatan peserta didik pada pertemuan sebelumnya, kemudian
menguji pengetahuan awal peserta didik terhadap konsep materi yang akan
dipelajari peserta didik pada Pertemuan 27 dan 28.
|
15
|
II.
Kegiatan Inti
|
|
·
Aktif
·
Guru membimbing
peserta didik untuk mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk melakukan
kegiatan 3.5, yaitu berlatih menjelaskan nukleotida (buku siswa halaman
93-94) dan Kegiatan 3.6, yaitu berlatih mengidentifikasi sistesis protein
(buku siswa halaman 96), serta Kegiatan 3.7, yaitu berlatih tentang sintesis
protein (buku siswa halaman 97).
·
Guru mendampingi
peserta didik dalam melakukan kegiatan berlatih menjelaskan nukleotida,
berlatih mengidentifikasi sintesis protein dan berlatih tentang sintesis
protein.
·
Guru membuka
kesempatan perserta didik untuk bertanya tentang hal-hal yang berkaitan
dengan kegiatan berlatih menjelaskan nukleotida, berlatih mengidentifikasi
sintesis protein, dan berlatih tentang sintesis protein.
Kreatif
·
Guru
menggambarkan lagi susunan satu buah nukleotida di papan tulis atau
menempelkan gambar satu buah nukleotida di papan tulis.
·
Guru
memberikan penjelasan berkaitan dengan gambar nukleotida.
·
Guru
menempelkan gambar tentang sintesis protein papan tulis.
Efektif
·
Guru
melibatkan seluruh peserta didik dalam kegiatan berlatih menjelaskan
nukleotida dengan efektif.
·
Guru membagi
tugas peserta didik saat melaksanakan kegiatan berlatih menjelaskan
nukleotida, berlatih mengidentifikasi sintesis protein dan berlatih tentang
sintesis protein.
Menyenangkan
·
Guru
membimbing peserta didik untuk melakukan kegiatan berlatih berlatih
menjelaskan nukleotida, berlatih mengidentifikasi sintesis protein dan
berlatih tentang sintesis protein dengan sungguh-sungguh.
·
Guru turut
terlibat bersama peserta didik dalam melakukan kegiatan berlatih berlatih
menjelaskan nukleotida, berlatih mengidentifikasi sintesis protein dan
berlatih tentang sintesis protein dengan senang hati.
·
Guru dengan
penuh percaya diri menjawab pertanyaan peserta didik berkaitan dengan
kegiatan berlatih menjelaskan nukleotida, berlatih mengidentifikasi sintesis
protein dan berlatih tentangsintesis protein dengan senang hati.
·
Guru
memberikan penguatan pembelajaran dengan penuh semangat.
·
Guru
memberikan pengarahan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja di tempat
praktik atau belajar (laboratorium atau lapangan).
·
Keterangan
·
Di akhir
pembahasan, guru memberikan tugas projek kepada peserta didik (buku siswa
halaman 97-99)
|
65
|
III.
Penutup
|
|
·
Guru
merefleksi hasil pembelajaran tentang “kodon/kodogen/kode genetik dan
sintesis protein”.
·
Guru
memberikan umpan balik mengenai proses pembelajaran tentang
“kodon/kodogen/kode genetik dan sintesis protein”.
·
Guru
melakukan evaluasi dengan menugaskan peserta didik untuk mempelajari materi
untuk pertemuan berikutnya.
|
10
|
Kegiatan Peserta Didik
|
|
I.
Pendahuluan
|
|
Pembiasaan Pembelajaran
·
Peserta didik
berdoa sebelum dan setelah pelajaran.
·
Peserta didik
mempersiapkan segala hal yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
·
Peserta didik
memperhatikan penjelasan guru.
·
Peserta didik
menanyakan hal-hal yang ingin mereka ketahui lebih lanjut.
|
|
II.
Kegiatan Inti
|
|
Aktif
·
Peserta didik
untuk mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk melakukan Kegiatan 3.5,
yaitu berlatih menjalaskan nukleotida (buku siswa halaman 93-94) dan Kegiatan
3.6, yaitu berlatih mengidentifikasi sintesis protein (buku siswa halaman
96), serta Kegiatan 3.7, yaitu berlatih tentang sintesis protein (buku siswa
halaman 97).
·
Peserta didik
melakukan kegiatan menjelaskan nukleotida dengan langkah-langkah sebagai
berikut.
a)
Peserta didik
mengamati Gambar 3.16 pada buku peserta didik.
b)
Peserta didik
bertanya pada guru tentang Gambar 3.16.
c)
Peserta didik
menggambar Gambar 3.16 di buku tugas.
d)
Peserta didik
menganalisis hasilnya.
e)
Peserta didik
mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
·
Peserta didik
melakukan kegiatan mengidentifikasi sintesis protein dengan langkah-langkah
sebagai berikut.
a)
Peserta didik
membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang.
b)
Peserta didik
memperhatikan Gambar 3.18 (buku peserta didik halaman 96).
c)
Peserta didik
bertanya kepada guru tentang proses sintesis protein.
d)
Peserta didik
menuliskan proses sintesis protein dari awal sampai akhir berdasarkan Gambar
3.18.
e)
Peserta didik
mengidentifikasi setiap tahapan dengan teliti.
f)
Peserta didik
mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
·
Peserta didik
melakukan kegiatan berlatih tentang sintesis protein dengan langkah-langkah
sebagai berikut.
a)
Peserta didik
memperhatikangambar-gambar yang sudah disediakan di buku-buku peserta didik.
b)
Peserta didik
bertanya kepada guru tentang gambar-gambar tersebut.
c)
Peserta
didikmenuliskan jawaban yang berhubungan dengan gambar-gambar tersebut.
d)
Peserta didik
menganalisis hasil jawaban.
e)
Peserta didik
mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
Kreatif
·
Peserta didik
mencari informasi tentang nukleotida dan sintesis protein melalui internet
dengan kreatif.
·
Peserta didik
mempresentasikan hasil kegiatan menjelaskan nukleotida, mengidentifikasi
sintesis protein dan berlatih tentang sintesis protein.
Efektif
·
Peserta didik
memanfaatkan waktu, buku dan penjelasan guru untuk mencari informasi tentang
nukleotida dan sintesis protein dengan baik.
·
Peserta didik
melakukan kegiatan untuk menjelaskan nukleotida, mengidentifikasi sintesis
protein dan berlatih tentang sintesis protein dengan memanfaatkan waktu
secara efektif.
·
Peserta didik
membuat deskripsi hasil kegiatan menjelaskan nukleotida, mengidentifikasi
sintesis protein dan berlatih tentang sintesis protein dengan tepat.
Menyenangkan
·
Peserta didik
mencari informasi tentang skema 3.18 dengan senang hati.
·
Peserta didik
melakukan analisis terhadap hasil kegiatan berlatih mengidentifikasi sintesis
protein.
·
Peserta didikk
mengajukan pertanyaan dari hasil identifikasi kegiatan mengidentifikasi dan
berlaih sintesa protein.
Keterangan
·
Untuk
mengerjakan tugas proyek peserta didik dapat melakukan langkah sebagai
berikut.
a)
Peserta didik
membaca dasar teori yang sudah disediakan.
b)
Peserta didik
bertanya tentang isolasi DNA.
c)
Peserta didik
melakukan langkah kerja yang ditunjukkan di buku peserta didik.
d)
Peserta didik
mencatat waktu awal terbentuknya benang DNA dan membandingkan ketebalan
lapisan DNA yang terbentuk pada masing-masing detergen.
e)
Peserta didik
menyusun laporan mempresentasikan dan mengumpulkan kepada guru.
|
|
III.
Penutup
|
|
Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran.
Peserta didik memperhatikan nasehat guru berkaitan
dengan umpan balikyang diberikan oleh guru.
|
Pengayaan
DNA adalah Bahan Genetik
Beberapa
kejadian memberikan petunjuk secara tidak langsungbahwa DNA itu mengandung
informasi genetik dari makhluk hidup, misalnya sebagai berikut.
1. Hasil percobaan menyatakan bahwa kebanyakan DNA
terdapat di dalam kromosom sedangkan RNA dan protein banyak terdapat di
sitoplasma.
2. Adanya korelasi yang tepat antara banyaknya DNA setiap
sel dengan jumlah sel kromosom setiap sel. Yaitu bahwa kebanyakan sel somatis
dari organisme diploid misalnya, mengandung tepat 2 kali jumlah DNA dari pada
DNA yang terdapat di dalam gamet haploid dari spesies yang sama.
3. Susunan molekuler dari DNA dalam semua sel yang
berbeda-beda dari suatu organisme adalah sama (ada beberapa perkecualian),
sedangkan susunan RNA dan protein bervariasi dari satu tipe sel ke tipe sel
lainnya baik kualitas maupun kuantitasnya.
Sumber: Genetika Manusia karangan Suryo halaman 2-3.
Remidi
Bagi peserta didik yang belum memenuhi KKM guru dapat
memberikan treatment dengan mengerjakan soal-soal sesuai dengan konsep materi
yang belum memenuhi KKM. Misalnya belum memenuhi KKM DNA dan RNA, maka treatment
yang diberikan sebagai berikut.
DNA dan
RNA
DNA (Deoxyribonucleic acid) dan RNA (Ribonycleic acid)
masing-masing memiliki karakteristik yang khas.
DNA: gula pentosa; deoksirebosa; basa nitrogen; purin
(adenin dan goanin), pirimidin (sitosin dan timin), fungsi untuk sintesis
protein dan hereditas, bentuknya untai ganda.
RNA: gula pentosa; ribosa; basa nitrogen; purin
(adenin dan goanin), pirimidin (sitosin dan urasil), fungsi sintesis protein,
bentuknya untai tunggal.
Pertanyaan
1. Apakah yang dimaksud nukleotida ?
2. Apa fungsi DNA ?
3. Jelaskan perbedaan DNA dan RNA !
4. Dimanakah letak DNA ?
5. Sebutkan tipe-tipe RNA !
Jawaban
1. Satu unit tunggal (monomer) yang terdiri atas fosfat,
gula pentosa dan basa nitrogen.
2. Fungsi DNA: menyampaikan informasi genetik kepada
generasi berikutnya, berperan pada sintesis protein.
3. DNA: gula pentosa; deoksirebosa; basa nitrogen; purin
(adenin dan goanin), pirimidin (sitosin dan timin), fungsi untuk sintesis
protein dan hereditas, bentuknya untai ganda.
RNA:
gula pentosa; ribosa; basa nitrogen; purin (adenin dan goanin), pirimidin
(sitosin dan urasil), fungsi sintesis protein, bentuknya untai tunggal.
4. Kebanyakan DNA terletak di inti sel dan sejumlah kecil
DNA ditemukan dalam kloroplas dan mitokondria.
5.
RNA duta,
RNA transfer dan RNA ribosom.
Refleksi
1. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru :
a. Memberikan motivasi yang membangkitkan semangat
belajar peserta didik di awal pertemuan.
b. ….
2. Peserta didik yang perlu mendapatkan perhatian khusus:
a. …
b. …
3. Catatan penting bagi guru:
a. …
b. …
4. Pembelajaran yang lebih efektif:
a. …
b. …
7. Pertemuan 7 : Memeragakan
Proses Sintesis dalam Pembentukan Sifat pada Makhluk Hidup (2 x 45 menit)
a. Persiapan Mengajar
Pada pertemuan kali ini akan dilakukan peragaan proses
sintesis protein. Guru meminta peserta
didik mengumpulkan kertas karton yang sudah dibawa. Selanjutnya, guru mempersiapkan alat dan
bahan yang digunakan untuk peragaan sintesis protein.
b. Proses Belajar Mengajar
1) Model
Pembelajaran :
Discovery.
2) Metode Pembelajaran :
Eksperimen.
3) Tahap-Tahap
Pembelajaran :
Rincian Kegiatan
|
Waktu
|
a)Kegiatan
Pendahuluan (10%)
Guru menjelaskan tata cara dalam
kegiatan ini dan menentukan peserta didik yang akan bermain peran.
|
10
menit
|
b) Kegiatan Inti (80%)
(1) Guru membimbing peserta didik memeragakan
proses sintesis protein dalam kegiatan Mari
Bereksplorasi: Memeragakan Proses
Sintesis Protein dalam Pembentukan Sifat pada Makhluk Hidup.
(a) Mengamati: membaca materi tentang sintesis protein.
(b) Menanya: menyusun beberapa pertanyaan mengenai
proses sintesis protein.
(c) Mengumpulkan
Informasi: melakukan kegiatan
simulasi tentang proses sintesis protein dengan hati-hati.
(d) Mengasosiasikan: berdiskusi dalam mengaitkan informasi untuk
menarik kesimpulan dengan sikap mau
menghargai pendapat orang lain.
(e) Mengomunikasikan: mempresentasikan hasil kegiatan yang
dilakukan di depan kelas.
· Strategi alternatif: selain menggunakan metode eksperimen, alternatif
lain yang dapat dilakukan adalah dengan diskusi.
· Alternatif pembelajaran: apabila kegiatan simulasi di sekolah tidak
memungkinkan untuk dilaksanakan, alternatif kegiatan yang dapat dilakukan
adalah dengan penugasan.
(2) Guru mengulas sedikit tentang keseluruhan
materi yang telah dipelajari pada bab ini.
|
70
menit
|
c) Kegiatan Penutup (10%)
(1) Guru meminta beberapa peserta didik menanggapi
permasalahan dalam rubrik Bertindak
Kreatif.
(2) Guru meminta
peserta didik mengerjakan soal-soal pada Cermati
Kembali di rumah.
(3) Guru menugasi
dan memberikan pengarahan mengenai prosedur pengerjaan Tugas Proyek.
Setelah melakukan kegiatan pada pertemuan ini, peserta
didik diharapkan dapat menjelaskan proses sintesis protein.
|
10
menit
|
Mengetahui Bondowoso, Juli
2015
Kepala Sekolah Guru
Mata Pelajaran,
7. Pertemuan 7 : Memeragakan
Proses Sintesis dalam Pembentukan Sifat pada Makhluk Hidup (2 x 45 menit)
a. Persiapan Mengajar
Pada pertemuan kali ini akan dilakukan peragaan proses
sintesis protein. Guru meminta peserta
didik mengumpulkan kertas karton yang sudah dibawa. Selanjutnya, guru mempersiapkan alat dan
bahan yang digunakan untuk peragaan sintesis protein.
b. Proses Belajar Mengajar
1) Model
Pembelajaran :
Discovery.
2) Metode Pembelajaran :
Eksperimen.
3) Tahap-Tahap
Pembelajaran :
Rincian Kegiatan
|
Waktu
|
a)Kegiatan
Pendahuluan (10%)
Guru menjelaskan tata cara dalam
kegiatan ini dan menentukan peserta didik yang akan bermain peran.
|
10
menit
|
b) Kegiatan Inti (80%)
(1) Guru membimbing peserta didik memeragakan
proses sintesis protein dalam kegiatan Mari
Bereksplorasi: Memeragakan Proses
Sintesis Protein dalam Pembentukan Sifat pada Makhluk Hidup.
(a) Mengamati: membaca materi tentang sintesis protein.
(b) Menanya: menyusun beberapa pertanyaan mengenai
proses sintesis protein.
(c) Mengumpulkan
Informasi: melakukan kegiatan
simulasi tentang proses sintesis protein dengan hati-hati.
(d) Mengasosiasikan: berdiskusi dalam mengaitkan informasi untuk
menarik kesimpulan dengan sikap mau
menghargai pendapat orang lain.
(e) Mengomunikasikan: mempresentasikan hasil kegiatan yang
dilakukan di depan kelas.
· Strategi alternatif: selain menggunakan metode eksperimen, alternatif
lain yang dapat dilakukan adalah dengan diskusi.
· Alternatif pembelajaran: apabila kegiatan simulasi di sekolah tidak
memungkinkan untuk dilaksanakan, alternatif kegiatan yang dapat dilakukan
adalah dengan penugasan.
(2) Guru mengulas sedikit tentang keseluruhan
materi yang telah dipelajari pada bab ini.
|
70
menit
|
c) Kegiatan Penutup (10%)
(1) Guru meminta beberapa peserta didik menanggapi
permasalahan dalam rubrik Bertindak
Kreatif.
(2) Guru meminta
peserta didik mengerjakan soal-soal pada Cermati
Kembali di rumah.
(3) Guru menugasi
dan memberikan pengarahan mengenai prosedur pengerjaan Tugas Proyek.
Setelah melakukan kegiatan pada pertemuan ini, peserta
didik diharapkan dapat menjelaskan proses sintesis protein.
|
10
menit
|
Mengetahui Bondowoso, Juli
2015
Kepala Sekolah Guru
Mata Pelajaran,